Sekilas mengenai tracer studi

Thursday, July 25th, 2019

Berbicara mengenai tracer studi sebenarnya ini topik yang menarik untuk dibahas. Saya ingin bahas dari dua sudut pandang yaitu dari segi akademik dan juga industri. Mungkin ada yang bertanya apa sih maksudnya tracer studi itu? Berkaitan dengan pertanyaan tersebut saya cerita dikit pengalaman dulu bahwa setelah lulus kuliah ya sudah lepas begitu saja setelah lulus mau jadi apa juga nampaknya maaf tidak ada kepedulian. Setelah lulus kemudian misalnya: menganggur, jadi kasir atau ojek online ya sudah begitu tidak ada tindak lanjut. Gaji berapa, bermanfaat atau tidak ilmu yang diperoleh semasa kuliah, apa perbaikan yang perlu untuk pengembangan kurikulum dll nampaknya belum ada sampai ke arah sana. Bukan bermaksud untuk merendahkan profesi apapun, namun kondisi lulusan perguruan tinggi di Indonesia saat ini nampaknya cukup mengkhawatirkan. Lihatlah hasil survey mengenai pengangguran terdidik, masa tunggu dll. Padahal perguruan tinggi di Indonesia sudah cukup banyak namun hasil lulusannya pun menyumbang angka pengangguran yang cukup tinggi pula. Sudah cukup perdebatan politik, salah pemimpin A lah salah si B lah, gara-gara kebijakan ini-lah itu-lah tidak ada selesainya. Mari berpikir jernih, dan mulai dari yang paling sederhana yang bisa kita lakukan. Buat saya, mulai dari tracer studi ini.

Hal inilah yang mendasari pemikiran saya sebagai pengajar untuk lebih peduli lah atas nasib lulusan kita. Karena salah satu visi dari pendidikan tinggi di Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan SDM yang unggul. Jadi tracer studi itu adalah sebuah upaya perguruan tinggi untuk melakukan penelusuran lulusan dan hasil outputnya sudah jelas yaitu pangkalan data lulusan. Data apa yang dikumpulkan? Kuisioner bisa dibuat sesuai ketentuan yang berlaku, bentuknya bisa beragam namun intinya semakin banyak lulusan yang terserap dengan bidang keilmuannya itu akan semakin baik. Contoh di bidang teknologi informasi, sebenarnya tidak ada cerita sulit mencari programmer. Apa yang salah dari jurusan teknologi informasi ya? saya sendiri juga kurang paham namun di dunia konsiltan IT nampaknya sulit sekali mencari personel yang cocok dengan kebutuhan. Ya, mungkin ini akan menjadi topik yang akan dibahas di artikel lain mengenai kesulitan-kesulitan dan tantangan perusahaan dalam mencari personel/karyawan di bidang IT. Dan pastinya tracer studi ini akan membantu banyak pihak, akan saling menguntungkan misalnya yang belum bekerja akan dapat peluang, perusahaan akan mendapatkan personel yang dibutuhkan dan bagi perguruan tinggi akan meningkatkan poin akreditasi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code class="" title="" data-url=""> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> <pre class="" title="" data-url=""> <span class="" title="" data-url="">

post_id=280