Moodle LMS dan Industri 4.0 di Pendidikan Tinggi

Wednesday, July 31st, 2019

Saya mencoba menuliskan beberapa analisis terkait topik ini sehingga bisa menjadi catatan untuk di kemudian hari. Muncul di benak saya sebuah pemikiran bahwa apakah penggunaan elearning terutama LMS berbasis moodle sudah serta merta membuat perguruan tinggi menjadi siap menjadi industri 4.0? Pertama begini, bahwa industri 4.0 dibuat untuk kepentingan industri manufaktur makanya menurut saya istilahnya harus diganti university 4.0 misalkan. Saya sendiri masih melakukan riset mengenai peran pendidikan tinggi dalam era industri keempat ini, tapi akan saya tuliskan beberapa hal yang telah saya pahami saat ini.

Penyelenggaraan pendidikan tinggi berbasis industri 4.0 adalah salah satu dari dua sudut pandang yang saya angkat di sini. Kita ingat sejenak bahwa Industri 4.0 adalah perkembangan dari versi sebelumnya. unsur-unsur yang telah ada di industri 3.0 tidak hilang seluruhnya, contoh penggunaan mesin otomatis yang menggantikan pekerjaan berat manusia sehingga mampu melakukan produksi secara masal. Dengan pesatnya perkembangan internet, alat tersebut masih ada namun terhubung satu sama lain dan fungsi real time monitoring dengan mudah dapat dilakukan. Ditambah lagi dengan menanamkan kecerdasan intelligent pada alat mengakibatkan respon yang cepat atas perubahan (adaptif) terutama dalam menghadapi tantangan pasar. Maka di Industri 4.0 muncul beberapa karakteristik seperti: autonomus, intelligent, connectivity, smart factory, cyber physical system dan lain-lain.

Jika saya boleh saya berpendapat, penggunaan moodle untuk proses pembelajaran adalah ciri dari industri 3.0. Mengapa demikian? Perguruan tinggi ibarat industri manufaktur yang memproduksi lulusan sebagai produk yang siap dikonsumsi oleh dunia kerja. Memang kejam rasanya ya menyamakan manusia dengan produk, tapi lihatlah konteksnya. Mesin-mesin otomatis yang bergerak melakukan proses produksi menggantikan pekerjaan manusia adalah analogi dari penggunaa elearning untuk membantu proses belajar mengajar. Mahasiswa dapat mengulang materi sesuka hati kapan pun dan dimana pun. Yang saya maksud adalah prosedur standar dari moodle, atau fasilitas-fasilitas standar yang dimilikinya. Membuat soal latihan, menyimpan bahan ajar, chatting, video dan sebagainya. Mohon maaf itu masih diklasifikasikan kedalam industri 3.0.

Jadi bagaimana cara mengubah moodle yang biasa saja menjadi perangkat canggih sesuai dengan standar industri 4.0? Seperti yang saya tulis sebelumnya bahwa keberadaan Industri 3.0 diperlukan sebagai sarana menuju ke arah era industri 4.0 sehingga penggunaan moodle sebagai perangkat pembelajaran sangat diperlukan untuk menuju ke pelaksanaan pembelajaran berbasis industri 4.0. Saya menyebut modifikasi atau penambahan fitur dari moodle sebagai Intelligent Learning System. Intelligent Learning System adalah perangkat digital yang cerdas untuk dapat menciptakan produk sumber daya yang berkualitas. System ini haruslah adaptif, mampu menyesuaikan prosesnya serta kontennya dengan kebutuhan pasar dan berorientasi terhadap customer. Analogi yang sama dengan karakteristik industri 4.0 di dunia manufaktur.

Berikut adalah beberapa kriteria yang dapat membuat moodle menjadi perangkat cerdas ala industri 4.0

  1. Outonomous: Sebuah tantangan menjawab bagian mana dari moodle yang autonomos. Maka perlu ditambahkan system yang dapat membuat moodle menjadi bergerak otomatis tanpa peran serta manusia, minimal mengurangi peran manusianya. Untuk poin ini saya sudah berhasil bikin, bagian yang mana? rahasia… hehe
  2. Intelligent: membuat moodle menjadi perangkat yang cerdas. mampu mengenali karakteristik peserta ajarnya dan memberikan konten yang sesuai untuknya.
  3. Cyber Physical System: Keberadaan smart phone tentunya sangat membantu, untuk bagian ini saya pikir sudah masuk kriteria industri 4.0.
  4. Adaptif: Membuat moodle menyesuaikan kontennya beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan tentunya terintegrasi dengan intelligent di poin 1.

Sampai di sini dulu catatan saya, sekali lagi ini merupakan pandangan pribadi dan masih akan berlanjut di artikel lainnya. Sebenarnya artikel ini merupakan inspirasi untuk paper saya selanjutnya tapi jika ada pembaca yang megambil topik ini ya silahkan, saya senang karena berarti tulisan ini menjadi inpirasi juga untuk orang lain.

Terimakasih sudah menyimak…


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code class="" title="" data-url=""> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> <pre class="" title="" data-url=""> <span class="" title="" data-url="">

post_id=305